March 2, 2016

Para Penulis Sukses Indonesia,Hebat dan Mengispirasi

Para Penulis Sukses dari Indonesia

Di sekitar kita sebenarnya terdapat banyak sekali tokoh-tokoh penulis yang disenangi para pembacanya, mereka telah memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi perkembangan ke-penulisan Nasional dan juga telah mampu memberikan hasil nyata bagi penulisnya sendiri. Berbagai karya best-seller dari para penulis penulis tersebut telah melahirkan semangat baru dalam hal keinginan membaca dalam kehidupan masyarakat. Dalam beberapa hal juga telah ikut memperkaya khasanah perfiliman nasional. Banyak dari karya-karya para penulis tersebut, ternyata dapat menarik para sinema untuk memvisualisasikannya di layar lebar. Semua itu telah ikut memperkaya kehidupan budaya kita, memperkaya rasa ke Indonesiaan kita.  
https://www.bukalapak.com/p/buku/politik/zz0jl-jual-buku-ketika-tugu-batas-digeser-catatan-blog-seorang-prajurit-perbatasan
Berikut ini saya ingin memperkenalkan beberapa nama dari banyaknya penulis tersebut. Tetapi yang saya tampilkan di sini, tidak sekaligus dan dilakukan hanya semata-mata karena kemudahan saya mendapatkan data mereka. Jadi bukan dalam rangka memperlihatkan “rangking terbaiknya” sama sekali tidak. Karena menurut saya soal menjadi yang terbaik itu, biarlah lembaga lain yang professional yang melakukannya. Jadi ini hanya sekedar memperkenalkan beberapa penulis yang menarik dan mempunyai karya yang enak di baca dan kebetulan data mereka mudah pula saya peroleh dan tulisan ini akan bersambung-selama masih diinginkan oleh para pembacanya.

 Andrea Hirata


Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di Belitung, 24 Oktober 1976; Andrea Hirata adalah lulusan S1 Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah menyelesaikan studi S1 di UI, pria bekerja di kantor pusat PT Telkom ini mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Université de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cumlaude.

Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah.

Penulis ini merupakan salah satu novelis terkenal indonesia yang menurut banyak pihak telah merevolusi dunia Sastra Indonesia. Berasal dari Pulai Belitung provinsi bangka belitung dengan novel perdananya adalah Laskar Pelangi. Namanya makin melejit seiring kesuksesan novel pertamanya, LASKAR PELANGI. Novel tersebut kemudian jadi best seller. Selain LASKAR PELANGI, ia juga menulis SANG PEMIMPI dan EDENSOR, serta MARYAMAH KARPOV. Keempat novel tersebut tergabung dalam tetralogi. Novel Laskar pelangi merupakan salah satu novel paling laris di Indonesia sejak tahun 2006 dan hingga saat ini masih diminati. Menurut beberapa sumber Laskar Pelangi telah berhasil di jual lebih dari 600.000 exp. Selain itu, novel ini telah diadaptasi menjadi berbagai bentuk senilain, seperti Film, Lagu, dan Drama musikal.

Karya-karya Andrea Hirata antara lain :
1.      Laskar Pelangi
2.      Sang Pemimpi
3.      Edensor
4.      Maryamah Karpov
5.      Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas (2010)
6.      Sebelas Patriot (2011)
7.      Laskar Pelangi Song Book (2012).
Andrea Hirata sebenarnya dalam kesahariannya adalah seorang mantan mahasiswa yang menggeluti  ekonomi tetapi ternyata, malah menemukan kisah suksesnya dalam dunia kepenulisan melalui karya-karya nya yang memuat ide-ide segar pada zamannya.  Para pencintanya umumnya tertarik akan gaya penulisannya yang khas-yang mampu membuat pembacanya hanyut sesuai irama cerita yang ditulisnya. Dan bagi anda yang suka SELF PUBLISHING penulis ini bisa dijadikan contoh yang bagus. Sebab dan ternyata pada  awalnya karya-karyanya itu banyak yang ditolak oleh penerbit utama; khususnya karena gaya atau tutur bahasa yang khas Andrea miliki. Karena di tolak dia lalu mencoba menerbitkan sendiri bukunya…dan BANG maka jadilah ia penulis best seller.

Habiburrahman El Shirazy~


Habiburrahman El Shirazy (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976) penulis ini dikenal sebagai Novelis, Dai, sutradara dan penyair, merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dari berbagai penghargaan yang pernah di raihnya, juga pernah di nobatkan sebagai Novelis No.1 Indonesia oleh INSANI UNIVERSITAS DIPONEGORO (UNDIP) Semarang. Sesuai dengan perkembangan ke populerannya, ternyata karya-karyanya banyak juga diminati di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia.

Banyak yang menilai karya-karya penulis ini dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat untuk berprestasi pembaca-nya. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran dan berhasil menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan ratusanribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun adalah Ayat-Ayat Cinta, yang telah diadaptasi menjadi film pada 2008.
Karya-karya Penulis Terkenal Habiburrahman El Shirazy
Diatas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004),
Ayat-Ayat Cinta (Republika-Basmala, 2004)
Ketika Cinta Berbuah Surga (MQS Publishing, 2005)
Pudarnya Pesona Cleopatra (Republika, 2005)
Ketika Cinta Bertasbih (Republika-Basmala, 2007),
Ketika Cinta Bertasbih 2 (Republika-Basmala, 2007)
Dalam Mihrab Cinta (Republika-Basmala, 2007)
Tidak tahu persisi apakah karya nya dengan judul “Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem” sudah selesai dan terbit apa belum? Tentu karya-karya tersebut pasti akan jadi sesuatu yang menarik.
Kang Abik, demikian novelis ini biasa dipanggil adik-adiknya, semasa di SLTA pernah menulis teatrikal puisi berjudul Dzikir Dajjal sekaligus menyutradarai pementasannya bersama Teater Mbambung di Gedung Seni Wayang Orang Sriwedari Surakarta (1994). Pernah meraih Juara II lomba menulis artikel se-MAN I Surakarta (1994). Pernah menjadi pemenang I dalam lomba baca puisi relijius tingkat SLTA se-Jateng (diadakan oleh panitia Book Fair’94 dan ICMI Orwil Jateng di Semarang, 1994). Pemenang I lomba pidato tingkat remaja se-eks Keresidenan Surakarta (diadakan oleh Jamaah Masjid Nurul Huda, UNS Surakarta, 1994). Ia juga pemenang pertama lomba pidato bahasa Arab se- Jateng dan DIY yang diadakan oleh UMS Surakarta (1994).
Meraih Juara I lomba baca puisi Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh IMABA UGM Jogjakarta (1994). Pernah mengudara di radio JPI Surakarta selama satu tahun (1994-1995) mengisi acara Syharil Quran Setiap Jumat pagi. Pernah menjadi pemenang terbaik ke-5 dalam lomba KIR tingkat SLTA se-Jateng yang diadakan oleh Kanwil P dan K Jateng (1995) dengan judul tulisan, Analisis Dampak Film Laga Terhadap Kepribadian Remaja. Beberapa penghargaan bergengsi lain berhasil diraihnya antara lain, Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005 dan IBF Award 2006. Dari novelnya yang berjudul “Ayat-ayat Cinta” dia sudah memperoleh royalti lebih dari 1,5 Milyar, sedangkan dari buku-bukunya yang lain tidak kurang ratusan juta sudah dia kantongi.

Asma Nadia


Asmarani Rosalba (lahir di Jakarta tahun 1972), lebih dikenal sebagai Asma Nadia, salah seorang Penulis Nasional, dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena, yakni sebuah perkumpulan yang membantu penulis-penulis muda untuk mengembangkan kemampuan menulis mereka. Merupakan manajer Asma Nadia Publishing House. Telah banyak memperoleh penghargaan untuk karya-karyanya, dan sering menjadi pengisi materi dalam berbagai loka karya yang berkaitan dengan kepenulisan dan keperempuanan.


Motivasi lain Asma dalam menulis adalah karena dengan menulis seseorang dapat berbicara dan menyampaikan protes pada puluhan ribu orang, bahkan ratusan ribu, bisa menjangkau tempat-tempat yang jauh dan tidak terbayangkan sebelumnya. Bahkan bagi perempuan, menurut Asma, profesi menulis bisa membuatnya tetap dekat dengan keluarga.
Dari Wikipedia Org disebutkan bahwa : Setelah lulus dari SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ia tidak menyelesaikan kuliah yang dijalaninya, karena ia harus beristirahat karena penyakit yang dideritanya. Ia mempunyai obsesi untuk terus menulis. Ketika kesehatannya menurun, ia tetap bersemangat menulis. Di samping itu, dorongan dan semangat yang diberikan keluarga dan orang yang menyayanginya memotivasi untuk terus menulis. Asma tetap aktif mengirimkan tulisannya ke majalah Islam. Sebuah cerpennya yang berjudul Imut dan Koran Gondrong pernah meraih juara pertama Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan majalah Aninda pada tahun 1994 dan 1995.
Selain menulis cerita fiksi, ia juga aktif menulis lirik lagu. Sebagian lirik lagunya terdapat di album Bestari I (1996), Bestari II (1997), dan Bestari III (2003), Snada The Prestation, Air Mata Bosnia, Cinta Ilahi, dan Kaca Diri. Ia pernah mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darusalam, bengkel kerja kepenulisan novel yang diadakan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera). Dari hasil kegiatan kepenulisan Mastera, ia menghasilkan novel yang berjudul Derai Sunyi. Sebagai anggota ICMI, Asma Nadia juga pernah diundang untuk mengisi acara bengkel kerja kepenulisan yang diadakan ICMI, orsat Kairo. Kesibukannya selain sebagai penulis fiksi, ia memimpin Forum Lingkar Pena, sebuah forum kepenulisan bagi penulis muda yang anggotanya hampir ada di seluruh provinsi di Indonesia. Asma juga sering menjadi pemandu acara pada acara yang bernuansa keislaman. Kini, Asma juga aktif dengan pekerjaannya sebagai direktur Yayasan Prakasa Insan Mandiri (Prima). Ia juga sibuk mengadakan berbagai paket kegiatan anak melalui prime kids dan memberi kursus bahasa Inggris.
Karena karya-karyanya, ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan feminisme, baik di dalam dan di luar negeri. Pada tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus - September 2009), ia sempat diundang untuk memberikan seminar dan wawancara kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.
Sejak awal tahun 2009, ia merintis penerbitan sendiri dengan nama Asma Nadia Publishing House. Beberapa bukunya yang telah diadaptasi menjadi film adalah Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan Assalamualaikum Beijing. Seluruh royalti dari buku Emak Ingin Naik Haji disumbangkannya untuk sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu mewujudkan impian kaum Islam untuk menunaikan ibadah haji tapi kurang mampu. Ia juga berprofesi sebagai penulis tetap di kolom resonansi Republika setiap Sabtu.
Ia pernah menjadi satu dari 35 penulis dari 31 negara yang diundang untuk menjadi penulis tamu dalam Iowa International Writing Program, di sana ia sempat berbagi tentang Indonesia dan proses kreatifnya dalam menulis dengan pelajar dan mahasiswa serta kaum tua di Amerika Serikat. Selain memenuhi undangan membaca cerpen yang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, karyanya terpilih untuk ditampilkan dalam adaptasi ke pentas teater di Iowa, selain berkolaborasi dengan aktor tunarungu Amerika Serikat dalam pementasan di State Department, Washington D.C.
Ia menggemari seni fotografi, dan telah menjelajah 59 negara dan 270 kota di dunia. Melalui Yayasan Asma Nadia, ia merintis Rumah Baca Asma Nadia yang tersebar di seluruh Indonesia, rumah baca sederhana yang beberapa di antaranya memiliki sekolah dan kelas komputer serta tempat tinggal bagi anak yatim secara gratis untuk membaca dan beraktivitas bagi anak-anak dan remaja yang kurang mampu. Saat ini, ada 140 perpustakaan yang dikelola bersama relawan untuk kaum yang kurang beruntung dan tidak mampu.[1]

Karya-karya Penulis Terkenal Asma Nadia
Terakhir, telah menulis 49 buku! Dan dibawah ini adalah beberapa diantaraanya:
Assalamualaikum Beijing
Salon Kepribadian
Derai Sunyi[novel], mendapat penghargaan MASTERA
Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa
Cinta Tak Pernah Menar [kumcer] meraih Pena Award
Rembulan di Mata Ibu (2001), novel, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI
Dialog Dua Layar, Adikarya IKAPI, 2002
101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Ke Tanah Suci (AsmaNadia Publishing House)
Jilbab Traveler (AsmaNadia Publishing House)
Muhasabah Cinta Seorang Istri
Catatan hati bunda

Sepuluh langkah menjadi penulis menurut asma nadia:

Memiliki motivasi untuk membuat yang terbaik. (2) Rajin mengamati apa saja. (3) Banyak membaca buku. (4) Menuliskan mimpi yang dialami semalam. (5) Memiliki buku kecil untuk mencatat. (6) Sering-sering buka kamus. (7) Manfaatkan pengalaman masa lalu. (8) Banyak berdiskusi dan berkumpul dengan

No comments:

Post a Comment